Wednesday, 13 December, 2017

Login Form



You are here : Home Free Jurnal Vol.04, No.1, Agustus 1999

Vol.04, No.1, Agustus 1999

Jurnal Volume 4 No 1

Anda bisa mengunduh file lengkap setelah Anda terdaftar sebagai anggota dan melakukan Login

DocumentsDate added

Order by : Name | Date | Hits [ Descendent ]
ASPEK MASYARAKAT DAN FAKTOR
LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN
DAERAH TUJUAN WISATA ALAM DAN EKOLOGI
(TINJAUAN ATAS RENCANA PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA
GUNUNG SALAK ENDAH KABUPATEN BOGOR)
 
OLEH:
KUSMAYADI
ERVINA TAVIPRAWATI
 
 
SARI
 
Pergeseran paradigma dari pariwisata lama ke pariwisata
baru, telah mendorong pelaku pariwisata semakin menyadari
eksistensi ekosistem sebagai bagian dari kegiatan wisatanya.
Mereka menyadari betapa pentingnya keseimbangan
lingkungan dan kelestarian sumber daya alam bagi kehidupan
generasi yang akan datang.
Model pengembangan pariwisata yang sangat tepat untuk
menciptakan ekosistem yang lestari adalah pengembangan
wisata ekologi (ecotourism ) dan pariwisata alam terbuka,
yang tidak merubah kondisi alam yang ada.
Masyarakat di daerah tujuan wisata, sebagai bagian dari
komunitas yang mempunyai peranan penting dalam menata
pariwisata berkelanjutan sangat diharapkan keterlibatannya
dalam mengembangkan pariwisata. Sehingga pengembangan
pawisata yang berpalsafahkan kelestarian sumber daya alam
harus dimulai, direncanakan dan dilaksanakan oleh mereka
FAKTOR KEAMANAN DALAM PERENCANAAN PARIWISATA

RAHMAT INGKADIJAYA

PENDAHULUAN
 
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 1998 dan 1999 dipastikan akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan kejadian-kejadian beruntun yang menimpa negeri kita sempat menciptakan citra Indonesia di mata dunia sebagai tempat yang tidak aman untuk dikunjungi. Pemerintah Jepang misalnya, telah mengeluarkan larangan terhadap warga negaranya untuk mengunjungi Indonesia kecuali Bali. Citra tidak aman tersebut kemudian diperteguh dengan banyaknya warga negara asing, baik swasta maupun anggota kedutaan dan keluarganya, dan warga keturunan Cina yang  meninggalkan negeri ini menjelang pelaksanaan kampanye dan pemilu 1999 (Tempo, Edisi 11-17 Mei 1999).
PEMBERDAYAAN POTENSI WISATA
DAN PENANGGULANGAN KEBUTUHAN SDM KEPARIWISATAAN

HARSONO TAROEPRATJEKA

PENDAHULUAN
 
Kepariwisataan meliputi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan wisata, pengusahaan, obyek dan daya tarik wisata, serta usaha lain yang terkait.  Pembangunan kepariwisataan pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan obyek dan  daya tarik wisata, yang terwujud antara lain dalam bentuk keindahan alam, keragaman flora dan fauna, kemajemukan tradisi dan budaya, serta peninggalan sejarah dan purbakala. Pemaduan obyek dan daya tarik wisata dengan pengembangan usaha jasa dan sarana pariwisata, akan berfungsi meningkatkan daya tarik wisata baru.  Upaya pengembangan tersebut perlu didukung oleh pembangunan prasarana yang memadai.
 
PENDIDIKAN KEPARIWISATAAN NASIONAL

H. ARYATMO TJOKRONEGORO

PENDAHULUAN
 
Dewasa ini kita disibukan dengan persiapan memasuki millenium ketiga yaitu suatu fase baru di dalam kehidupan manusia.  Menghadapi kehidupan abad 21 manusia dibawa kepada suatu kesadaran global yaitu bahwa dunia dewasa ini merupakan suatu dunia terbuka yang tanpa batas.  Di dalam dunia tanpa batas inilah terjadi kompetisi bahkan suatu mega-kompetisi di berbagai kehidupan manusia.  Mega-kompetisi merupakan suatu dorongan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, kualitas barang dan jasa.  Dengan kualitas tersebut orang saling bersaing satu dengan yang lain; dan di dalam proses tersebut, pendidikan dan pelatihan menempati posisi yang maha penting.  Dengan demikian diperlukan suatu renungan kembali mengenai posisi pendidikan dan pelatihan menghadapi trasformasi-ekonomi-politik diabad 21. Visi masa depan sangat diperlukan untuk melihat dan menyusun langkah-langkah yang relevan untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi transformasi masyarakat ke masa depan.  Untuk dapat menghadapi masa depan diperlukan berbagai perubahan bentuk-bentuk kehidupan manusia serta sumber daya manusia yang diperlukan untuk dapat mengikuti perubahan ekonomi-sosial-politik masa depan dalam suatu dunia yang terbuka.  Masa depan yang ingin diciptakan melalui pembangunan nasional, ialah membentuk suatu masyarakat industri yang direncanakan pada akhir PJP II merupakan suatu tugas yang berat yang diembankan kepada sumber daya manusia Indonesia serta posisi strategi geografis yang dipunyainya dalam rangka kerjasama regional dan internasional.
PENINGKATAN KUALITAS  PENDIDIKAN SEKTOR  PARIWISATA
MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS DALAM
ERA GLOBALISASI PADA  PERMULAAN ABAD XXI

OKA  A.  YOETI

PENDAHULUAN
 
SDM sektor  pariwisata  kita  sekarang  ini  masih  identik sebagai pelayan hotel atau restoran, pada hal kenyataannya tidak sesimpit itu.  SDM sektor pariwisata bukan hanya sebagai faktor produksi saja, tapi harus ditempatkan pada kedudukan yang lebih bergengsi pada posisi sebagai pengambil keputusan (decision maker).  
Hal itu dianggap penting, karena Indonesia ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor andalan, menjadi primadona penghasil devisa negara pada akhir Pelita VII tahun 2005  nanti.  
 
PERAN  PARIWISATA  DALAM  NERACA PEMBAYARAN  INDONESIA

LISNA MARIANA

ABSTRACT
Tourism holds an important role in the balance of payments, namely as tool for creating foreign exchange earnings.
In the framework of national growth, which is intended for increasing the welfare of the people, the expansion in tourism will be made continuously and ever increased, by developing the existence tourism resources to become a dependable economic factor for the increasing of foreign currency’s earnings, especially to decrease the Indonesian Balance of Payments deficit.
In developing the tourism the foreign culture influence will be minimized so that Indonesia personality will be protected and also maintain the everlasting and excellent quality of living environment of Indonesia.
PROBLEMATIKA WANITA PEKERJA SEKTOR PERHOTELAN DAN TANTANGANNYA

AMALIA MUSTIKA

PENDAHULUAN
 
Dunia pariwisata Indonesia sudah memperlihatkan perkembangannya dengan pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya angkatan kerja baik untuk pria maupun untuk wanita.  Banyaknya keikutsertaan wanita yang bekerja di sektor ini, terutama di dunia  perhotelan sangalah pesat. Pekerja wanita yang terjun kedunia industri jasa ini, ada yang masih lajang maupun ada yang sudah menikah. Peran ganda bagi wanita yang sudah menikah dan bekerja di dunia perhotelan mempunyai problematika tersendiri, dimana mereka bekerja juga harus merawat keluarga.
STRATEGI PEMBERDAYAAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI “PROFESIONAL”
PARIWISATA DALAM MEMASUKI ERA LIBERALISASI

HJ. MARYAM MIHARDJO DAN HIMAWAN BRAHMANTYO

ABSTRACT
 
The climate of globalization and rapid cultural introduction have moved in an accelerated tempo toward the free trade era which demand the preparedness of Higher Education Institutes to sustain their existence in the international competition.
Being fully aware of this condition, it is needed to take an action regarding the empowerment of tourism institution through Indonesia.
It’s a hope that the existence of the tourism institutions will be as well as the education and training of human resources as invaluable tools and enhancing asset in producing a qualified, competitive and professional tourism work force.
The various efforts directed towards the tourism educational programs should be taken to improve the quality management system, such as the curriculum design, the link and match system and other potential educational elements which support the implementation of the total quality control.
Through the above implementation followed by the awareness and responsibility of the tourism educational institutions to play their great roles in producing  ‘global players’ in this millennium era

Random Image

jip-1122008.jpg
STP Trisakti